Festival Waisak KBMB Untan 2026


Festival Waisak 2026 diselenggarakan oleh Keluarga Besar Mahasiswa Buddhis Universitas Tanjungpura (KBMB Untan) untuk memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sang Buddha, yaitu Kelahiran, Pencerahan Sempurna, dan Wafatnya Sang Buddha. Ridya Chandra selaku penanggungjawab Festival Waisak menyampaikan bahwa tema yang diangkat tahun ini adalah “Menebarkan Metta Untuk Perdamaian Dunia”. Kepanitiaan pun berlangsung selama kurang lebih 3 bulan dengan total 28 orang panitia.

Festival Waisak 2026 sendiri terdiri dari dua rangkaian kegiatan, yaitu Lomba Cerdas Cermat dan Bakti Sosial. Rangkaian pertama diawali dengan Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) B, Universitas Tanjungpura pada 17 Mei 2026. Kompetisi ini diikuti oleh 13 tim, dengan masing-masing tim terdiri atas tiga peserta yang berkompetisi menunjukkan kemampuan, pengetahuan, serta kerja sama tim dalam menjawab berbagai pertanyaan seputar pelajaran Agama Buddha yang telah disiapkan panitia.

Rangkaian kedua berupa bakti sosial yang dilaksanakan di SMP Negeri 9 Sungai Raya, Desa Mekar Sari. Dalam kegiatan ini, panitia bekerja sama dengan Tim Kesehatan Hati Nurani menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat, meliputi pemeriksaan kadar kolesterol, gula darah, tensi, asam urat, serta pemeriksaan kesehatan umum (general check-up). Kegiatan pengobatan gratis ini pun berjalan cukup baik dan dihadiri oleh 235 peserta. 

Saat mulai menjalankan tanggung jawab dalam kepanitiaan Festival Waisak 2026, para panitia merasakan beragam kesan yang didominasi oleh antusiasme, semangat, dan tantangan baru. Ketua Panitia Festival Waisak 2026, Jhon Miranto, mengungkapkan bahwa peran yang diembannya terasa cukup menantang karena memiliki tingkat tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan kepanitiaan yang pernah diikutinya sebelumnya. Meski demikian, tantangan tersebut justru menjadi pengalaman baru yang menarik dan memberikan banyak pembelajaran. Semangat yang sama juga dirasakan oleh Koordinator Humas, Publikasi, dan Dokumentasi (HPD), Febri Ariangga. Ia mengaku sangat termotivasi dalam menjalankan prestasi karena mendapat dukungan dari orang-orang terdekat dan rekan panitia yang saling peduli serta mendukung satu sama lain. Sementara itu, Koordinator Acara, William Susanto, merasakan antusiasme sekaligus tantangan besar sejak awal masa kepanitiaan, mengingat kenangan yang berhubungan langsung dengan perencanaan dan pelaksanaan rangkaian kegiatan. Hal serupa juga dirasakan oleh Koordinator Keamanan dan Dekorasi, Fendi, yang mengungkapkan rasa senang sekaligus sedikit gugup saat pertama kali diberikan kepercayaan untuk memegang tanggung jawab yang cukup besar dalam kepanitiaan ini. Tak kalah menantang, Sekretaris dan Bendahara Festival Waisak 2026, Sherin Aurelia Natasya, menggambarkan awal masa kepanitiaannya sebagai periode yang cukup padat karena harus menjalankan dua posisi sekaligus. Meski begitu, ia menilai pengalaman tersebut sangat berharga dan memberikan banyak pembelajaran yang bermanfaat. 

Dalam kepanitiaan ini, banyak suka duka yang dialami oleh seluruh anggota panitia. Clarissa Jocelyn Bun selaku Koordinator Kesekretariatan mengungkapkan rasa kegembiraannya karena dapat merasakan hal-hal baru dan menjalani kepanitiaan bersama orang-orang di sekitar. Sementara itu, Fendi mengungkapkan bahwa salah satu hal yang paling menyenangkan adalah suasana keakraban yang terjalin di antara seluruh anggota panitia. Menurutnya, para panitia sangat aktif dan mudah bergaul sehingga tidak ada rasa canggung antara angkatan 2024 dan angkatan 2025. Momen ini juga menjadi istimewa baginya karena untuk pertama kalinya angkatan 2025 ikut berpartisipasi sebagai panitia di KBMB Untan. Tak kalah berkesan, Koordinator Perlengkapan, Danny Auryn mengingat momen baksos ketika target tercapai dan warga menyambut pengobatan gratis dengan penuh kegembiraan. “Membuat kami sebagai panitia juga merasakan suasana yang senang pula,” tuturnya.

Dengan terlaksananya Festival Waisak 2026, tentunya membawa banyak harapan agar Festival Waisak berikutnya juga dapat terlaksana dengan lebih baik lagi. Jhon Miranto berpesan agar koordinasi dan hubungan sesama panitia selalu dijaga dengan baik, sehingga kerja sama antar anggota bisa berjalan lebih lancar, terbuka, dan tidak kaku. Ia juga mendorong agar kepanitiaan berikutnya berani mencoba hal-hal unik yang belum sempat diterapkan di tahun ini. Wenny Octaminarti Lairensia selaku Koordinator Konsumsi dan Cindy Fransisca Tendean selaku Koordinator Usaha Dana berharap agar kepanitiaan berikutnya dapat menjadi lebih baik dengan didukung jumlah panitia yang semakin banyak, solid, dan penuh semangat. Kekompakan yang telah terjalin dan komunikasi antarpanitia semakin ditingkatkan sehingga setiap program kerja dan rangkaian kegiatan Festival Waisak dapat terlaksana dengan lebih lancar, efektif, dan sukses. Sherin Aurelia Natasya selaku Sekretaris dan Bendahara menutup dengan harapan agar kepanitiaan Festival Waisak 2027 dapat meningkatkan koordinasi dan kematangan persiapan acara, serta mempelajari kesalahan-kesalahan yang terjadi di tahun ini.

Terakhir dan sebagai penutup, mari kita simak bersama satu kata untuk Festival Waisak 2026.
“Berkesan,” ucap Jhon Miranto selaku Ketua Panitia.

“Keren,” ucap Sherin Aurelia Natasya selaku Sekretaris dan Bendahara.

“Festival Waisak 2026, Sukses!,” ucap Clarissa Jocelyn Bun selaku Koordinator Kesekretariatan.

“Semangat,” ucap Febri Ariangga” selaku Koordinator HPD.

“Kicau!,” ucap William Susanto selaku Koordinator Acara.

“MENYALA,” ucap Danny Auryn selaku Koordinator Perlengkapan.

“Menantang,” ucap Fendi selaku Koordinator Keamanan dan Dekorasi.

“Hebat,” ucap Wenny Octaminarti Lairensia selaku Koordinator Konsumsi.

“Solid,” ucap Cindy Fransisca Tendean selaku Koordinator Usaha Dana.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama