Musyawarah Bersama XXV

 

    Musyawarah Bersama (MUBES) adalah kegiatan penting yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh Keluarga Besar Mahasiswa Buddhis (KBMB) Untan dari bidang Kaderisasi. Terdapat beberapa rangkaian kegiatan selama berlangsungnya MUBES yakni terdiri dari penyempurnaan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), dan Garis-garis Besar Haluan Organisasi (GBHO). Dengan berlangsungnya MUBES XXV ini juga menjadi penanda berakhirnya masa kepengurusan periode 2025, sehingga dalam agenda kegiatan ini terdapat pembacaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), serta menjadi kesempatan untuk memberikan rekomendasi bagi kepengurusan selanjutnya dan memilih Ketua Umum KBMB Untan yang baru untuk periode 2026.

Kegiatan MUBES XXV telah dilaksanakan pada tanggal 13 dan 14 Desember 2025 di Gedung Kuliah Bersama A, Universitas Tanjungpura dengan melibatkan 32 panitia dengan masa persiapan selama satu bulan dua minggu. Cindy Fransisca Tendean selaku Ketua Panitia menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan untuk memegang tanggung jawab besar ini. Ia menyadari bahwa sebagai bagian dari inti, dirinya harus siap untuk selalu hadir dalam setiap proses kegiatan. Hal serupa juga dirasakan oleh para anggota panitia yang merasa senang dan bersyukur diberi kesempatan bergabung. Melalui kepanitiaan ini, para anggota belajar banyak hal, mulai dari cara berkoordinasi, bekerja sama dalam tim, hingga memanajemen waktu antara kesibukan kuliah dan organisasi.

Selama masa persiapan, terdapat berbagai tantangan yang harus dilewati. Clarissa Jocelyn Bun selaku Koordinator Acara mengaku sempat merasa sedikit kaget dan tegang, namun tetap merasa seru saat pertama kali menjadi bagian dari inti. Ia sempat kesulitan dalam membagi waktu antara tugas kuliah yang menumpuk dengan tanggung jawab di kepanitiaan. Masalah manajemen waktu ini juga menjadi catatan bagi Fendi selaku Sekretaris, yang menganggap posisi inti sebagai tantangan untuk belajar lebih tanggung jawab. Ia mengungkapkan bahwa duka yang dialami selama kepanitiaan meliputi adanya kendala teknis serta perbedaan pendapat antar sesama panitia.

Meskipun banyak tantangan, kekompakan tetap menjadi kunci utama seperti yang disampaikan oleh Candra Wijaya selaku Penanggungjawab. Ia menggambarkan kondisi kepanitiaan selama persiapan terasa "campur aduk", di mana ada saatnya panitia sedang baik-baik saja dan ada kalanya mengalami masalah, namun pada akhirnya semua tetap kompak untuk menyukseskan MUBES XXV. Candra berharap agar ke depannya angkatan 2024 dan 2025 bisa terus bekerja sama dan saling merangkul.

Dalam hal logistik, Jhon Miranto selaku Koordinator Perlengkapan dan Keamanan jujur mengakui bahwa awalnya ia sempat merasa gugup dan ragu apakah bisa menjalankan tanggung jawab dengan baik. Namun setelah dijalani, ia merasa lebih berkembang karena belajar mengontrol diri saat berada di bawah tekanan. Sementara itu, Ridya Chandra selaku Koordinator HPD juga merasakan adanya tekanan waktu dan rasa lelah, namun ia merasa bangga karena sadar akan kewajiban yang harus dijalankan demi kelancaran informasi dan dokumentasi kegiatan.

Urusan administrasi keuangan juga diperhatikan secara detail, di mana Febri Ariangga selaku Bendahara merasa sedikit terkejut karena tidak menyangka akan memegang posisi tersebut. Meski begitu, ia merasa senang setelah mengetahui rekan-rekan inti lainnya. Meisin selaku Koordinator Konsumsi menyampaikan rasa bangganya bisa dipercaya dalam acara besar ini. Ia berpesan kepada panitia tahun depan agar tetap solid dan memberikan saran untuk lebih teliti lagi dalam melakukan survei menu makanan agar kualitasnya tetap terjaga hingga akhir acara.

Melalui kerja keras dan suka duka yang telah dilalui bersama, para panitia sepakat bahwa pengalaman di MUBES XXV ini memberikan pembelajaran yang sangat berharga. Selain belajar manajemen acara dan menghadapi tekanan, mereka merasa senang karena bisa bekerja sama dengan tim yang solid dan kreatif. Seluruh proses yang telah dilalui bersama-sama ini tidak hanya memastikan keberlanjutan organisasi, tetapi juga mempererat hubungan antaranggota untuk kepengurusan di masa depan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama