Festival Waisak 2024 KBMB Untan

     Festival Waisak merupakan salah satu program kerja KBMB Untan yang dilaksanakan setiap tahun untuk merayakan Hari Raya Waisak. Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati hari Kelahiran, Kecerahan, dan Wafatnya Sang Buddha. Verbie (Penanggung Jawab) menyampaikan bahwa tema yang diangkat tahun ini ialah “Merajut Kebahagiaan Melalui Kesadaran Keberangaman”. Kepanitiaan pun berlangsung selama kurang lebih 3 bulan dengan total 36 orang panitia.

    Festival Waisak 2024 sendiri terdiri dari 3 rangkaian kegiatan, mulai dari Bakti Sosial, Festival Waisak, hingga Bakti Sosial Dana Paramita. Rangkaian bakti sosial pertama dilaksanakan di SDN 04 Sungai Raya, yang mana telah dilakukan penyediaan pengobatan umum seperti kolestrol, gula darah, asam urat, hingga general check up. Pengobatan gratis ini pun berjalan dengan cukup baik dan dihadiri oleh 292 peserta. Rangkaian kedua merupakan Festival Waisak yang juga telah diramaikan dengan sejumlah kegiatan menarik seperti pentas seni, bazaar, dan berbagai perlombaan. Adapun untuk perlombaan yang dilaksanakan terdiri dari lomba fashion show, poster Canva, video edukasi, dan perlombaan menyanyi solo. Festival Waisak terlaksana selama 2 hari di Taman Sepeda Untan dan dikunjungi sebanyak 7.312 pengunjung. Rangkaian terakhir merupakan Dana Paramita yang berupa kunjungan dan pembagian paket sembako ke Panti Asuhan Nurul Iman. Ketiga rangkaian tersebut berjalan dengan cukup baik dan sukses dibuktikan dengan ramainya antusiasme dari warga sekitar.

    Secara garis besar, Festival Waisak 2024 dapat dikatakan cukup berbeda dari tahun sebelumnya. “Untuk perbedaan mungkin lebih kepada konsep acaranya, jadi Festival Waisak tahun 2024 itu terdapat 3 rangkaian besar yaitu Bakti Sosial Pengobatan Gratis KBMB Untan, Festival Waisak dan Dana Paramita. Berbeda dengan Festival Waisak 2023 yang 3 rangkaiannya terdiri dari Lomba Cerdas Cermat, Bakti Sosial Pengobatan Gratis KBMB Untan, dan Festival Waisak”. Ucap Tri Pyo (Ketua Panitia) menjelaskan perbedaan Festival Waisak tahun ini dengan tahun sebelumnya. Namun untuk menggantikan Lomba Cerdas Cermat, panitia juga telah merencanakan kegiatan baru yang tidak kalah menarik. Seperti yang dijelaskan oleh Fernanda Dwitama (CO Keamanan dan Dekorasi) “Kalau dulu ada Lomba Cerdas Cermat (LCC), sekarang tidak ada, namun digantikan dengan beberapa perlombaan yang menarik minat lebih banyak masyarakat sekitar. Misalnya fashion show dan desain poster Canva”.

    Di balik keberhasilan rangkaian Festival Waisak 2024, tentunya tersimpan pula berbagai tantangan dan kesulitan yang dirasakan oleh panitia. Beberapa tantangan yang menjadi kesulitan terbesar ialah seperti pada pengumpulan dana hingga pada pengonsepan acara. “Untuk tantangan saya selaku menjadi koordinator acara pada acara Festival Waisak ini yaitu membuat dan mengkonsepkan suatu acara” ucap Seftiani (CO Acara). Konsep acara menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan bagaimana acara akan diselenggarakan, sehingga hal ini memang memerlukan pertimbangan yang cukup matang. Selain itu jika dilihat dari sisi para nggota, Veronica (Tandem HPD), Mishel (Tandem Acara), William (Tandem Perlengkapan), Evelyn (Tandem Konsumsi) dan Gisela (Tandem Kesekretariatan) menyampaikan bahwa tantangan terbesar yang harus mereka lalui selama berlangsungnya kepanitiaan ialah pada manajemen waktu dengan kegiatan yang sangat padat.

    Namun selama proses melewati tantangan-tantangan tersebut, terukir pula kenangan-kenangan yang berkesan dalam kepanitiaan Festival Waisak. Secara keseluruhan panitia merasa momen paling berkesan di kepanitiaan ini ialah pada hari-H acara. Seperti yang disampaikan oleh Preity (CO Kesekretariatan) “Momen paling berkesan menurut saya pada saat hari-H nya, soalnya dari usaha-usaha yang sudah dilakukan selama kepanitiaan ini terlaksana dengan baik dan sukses. Lalu juga dari adanya anggota yang semangat ikut membantu dalam menyukseskan acara”. Kapeng (Tandem Keamanan dan Dekorasi) juga menyampaikan bahwa momen yang dirasa paling berkesan selama kepanitiaan ialah pada saat melakukan kerja malam bersama teman-teman, pada saat hari-H Festival Waisak, dan juga pada sesi terakhir Festival Waisak yakni Flashmob.

    Dalam seluruh proses kepanitiaan, suka dan duka telah dirasakan bersama dengan setiap anggota. Untuk membulatkan tekad menjadi bagian dari inti kepanitiaan ini pun tentunya tidaklah mudah. Vivian (CO Usdan), Preity (CO Kesekretariatan), dan Oi Ka (Bendahara) menyampaikan bahwa salah satu alasan yang memotivasi mereka untuk menjadi inti dalam panitia ini ialah untuk membantu teman-teman agar dapat bersama-sama menyukseskan salah satu program kerja terbesar di KBMB Untan ini. Selain itu Tri (Ketua Panitia), Sheren (CO Konsumsi), Seftiani (CO Acara) dan Marleny (Sekretaris) juga menyampaikan bahwa keinginan mereka menjadi inti panitia ialah untuk menambah pengalaman baru melalui kepanitiaan ini.

    Meskipun melalui berbagai kesulitan selama kepanitiaan, hal ini tetap tidak mematahkan semangat panitia. Kesempatan ini pun justru dimanfaatkan untuk melatih diri dalam mengembangkan skill dan melakukan manajemen waktu. Berikut ini ada beberapa tips yang dibagikan oleh para inti panitia untuk kita dalam melaksanakan tugas kepanitiaan sembari menjalani perkuliahan. “Membuat list kerjaan prioritas, lalu selesaikan kerjaan yang paling urgent dulu. Semisal di kepanitiaan membutuhkan bantuan, minta bantuan ke sesama Inti panitia” ucap Tri Pryo (Ketua Panitia). Jadi intinya, cobalah untuk mengatur pekerjaan mana yang menjadi prioritas terlebih dahulu dan jangan sampai mengesampingkan tanggung jawab akademik. Yang paling penting, jangan mengemban semua pekerjaan seorang diri dan mintalah bantuan saat diperlukan. Kemudian Natalia (CO HPD) juga menyampaikan bahwa cara lain yang bisa kita lakukan untuk mencicil pekerjaan yang ada ialah dengan memanfaatkan waktu kosong di malam hari.

    Bukan hanya inti panitia yang telah melatih diri dan belajar banyak hal di sini, tetapi para anggota juga telah merasakan perkembangan diri yang signifikan. Salah satu kemampuan yang paling banyak dilatih selama kepanitiaan ialah kemampuan berkomunikasi. Seperti yang disampaikan oleh Evelyn (Tandem Konsumsi) “Banyak kegiatan di panitia FW yang perlu komunikasi, terutama ketika mengantar surat dan proposal. Dari sana saya belajar untuk tidak malu dan belajar membangun mental agar tidak gugup komunikasi dengan pihak eksternal dan masyarakat umum yang punya karakteristik berbeda-beda dalam merespon kita”. Selain itu, Alian (Tandem Usaha Dana) juga menyampaikan bahwa ia menjadi lebih bisa mengatur waktu di tengah kesibukannya selama kepanitiaan.

    Dengan terlaksananya Festival Waisak 2024, tentunya membawa banyak harapan agar Festival Waisak 2025 juga dapat terlaksana dengan lebih baik lagi. “Perbanyak bertanya dan saling peduli terhadap sesama, lalu bertanggung jawab dan banyak berkomunikasi, konsepkan dan tingkatkan ide-ide kreatif untuk hal baru lagi dalam kepanitiaan Festival Waisak 2025. Semangat.” tutur Seftiani (CO Acara) saat memberikan saran untuk panitia Festival Waisak 2025 nanti. Kemudian Vincent (CO Perlengkapan) juga mengingatkan kepada panitia berikutnya bahwa Festival Waisak tidak harus dibuat dalam skala yang besar. Tetap sesuaikan konsep acara dengan kapasitas dan kemampuan dari panitia.

    Terakhir dan sebagai penutup, mari kita simak bersama sekilas pesan dan kesan dari para pengisi acara di Festival Waisak 2024. “Saya merasa terhormat bisa hadir di acara Waisak kemarin karena acaranya terbilang cukup besar dan sukses bagi saya” ucap Faraisa (Anggota Grup Fluxion). Kemudian, Juliadi (Anggota Tim Musik KBMB) juga menyampaikan bahwa ia akan merekomendasikan agar teman atau keluarganya juga turut hadir saat Festival Waisak, karena di sini terdapat banyak hal yang ditawarkan mulai dari hiburan, makanan, dan lain sebagainya. Untuk keseluruhan acara, rating 9/10 diberikan oleh Regina (Anggota Tim Tari KBMB) pada Festival Waisak 2024.

    Selamat untuk semua yang telah menjadi bagian dari sukses nya Festival Waisak 2024. Nantikan keseruan berikutnya di Festival Waisak 2025!

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama